Bulan Ramadhan | Saat Yang Tepat Untuk Introspeksi Diri

ADS HERE... ADS HERE...
Segala puji hanya milik Allah SWT semata, yang menguasai langit, bumi beserta alam dan isinya, dan segala kesempurnaan hanyalah terdapat pada-Nya. Bulan Ramadhan yang penuh rahmat, barokah dan hidayah tanpa terasa sudahpun hadir di hadapan kita. Dengan datangnya bulan Ramadhan ini, adakah terfikir sedikit renungan oleh kita, apa yang bisa dan harus kita perbuat selama bulan Ramadhan ini? pernahkah terfikir oleh kita untuk melakukan introspeksi diri atas segala sesuatu yang sudah kita perbuat dan jalani selama ini?.

"Jika datang bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
(Muttafaq 'Alaihi)

Beranjak dari berbagai persoalan dalam hidup ini, sering kita melihat kesalahan yang ada pada orang lain bahkan mengkritik kesalahan yang diperbuat oleh orang tersebut, namun sadarkah kita bahwa kita juga sering berbuat kesalahan?, dan banyak kita jumpai para komentator yang menanggapi dan mengomentari tentang orang lain tapi apakah dirinya dalam keadaan lebih baik dari orang yang ia komentari?, sebagai seorang ayah atau ibu, apakah yang sudah kita perlihatkan dan perbuat untuk memberi contoh yang baik kepada anak?, bagaimana mungkin mengharapkan anak kita santun lembut sedangkan kita sebagai orang tua di rumah bersikap keras dan kasar?, bagaimana mungkin kita mengharapkan anak menjadi arif kalau kita sendiri di rumah seperti diktator?, bagaimana kita bisa mengharapkan anak rajin ke mesjid sedangkan kita sebagai orang tua jarang beribadah?.

Bulan ramadhan yang tengah hadir bersama kita ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita berusaha agar dapat melakukan introspeksi diri terhadap segala apa yang pernah dan telah kita perbuat selama ini. Dalam bulan Ramadhan begitu banyak hikmah dan berjuta hidayah yang bisa kita dapatkan, salah satunya dengan melalui introspeksi diri, Insya Allah kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum. Melalui cara intropeksi diri sendiri, Insya Allah kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.

Introspeksi diri juga perlu dalam melihat jauh ke dalam diri kita, menanyakan langsung ke diri kita, apakah kita sudah berhasil mencapai apa yang kita inginkan?, apakah cita-cita kita sudah terlaksana?, dengan introspeksi diri kita bisa tau apakah kita sudah melakukan sesuatu, melakukan perubahan yang lebih baik, menyadari tindakan yang kita lakukan apakah sudah tepat. Terkadang kita terlena dan terbuai dengan sebuah kutipan pemikiran “Santai aja ah .. nanti juga akan terlaksana sendiri, saya kan sudah baik”.

Berbagai cara dapat kita coba agar kita dapat melakukan introspeksi diri. Namun sebelum melakukan introspeksi diri, tentunya kita harus pahami dan merarasakan terlebih dahulu sepenuhnya berdasarkan segala apa yang sudah pernah kita jalani selama ini, yang tentunya terdapat perbedaan bagi setiap individu. yang pada akhirnya, Insya Allah kita dapat melakukannya.

Sampai diakhir tulisan ini, bukanlah berarti pada admin sendiri sudah sepenuhnya dapat melakukan dan merasakan atas introspeksi diri yang dilakukan. Dengan berbagai upaya dan tidak terlepas dari doa, admin pun mencoba dan berusaha untuk dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dengan tidak terlepas dan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Tiada rangkaian kata yang dapat dijadikan jaminan, dengan introspeksi diri, semoga kita dapat mengembangkan diri kita dan menjadi pribadi yang sukses.

“Jujurlah pada diri sendiri, salah katakan salah, dan benar katakan benar, lakukan introspeksi untuk kebaikan diri sendiri dan bukan untuk orang lain”

Semoga Bermanfaat dan Selamat Mencoba !!!



ADS HERE... ADS HERE
ADS HERE...
Jika ini bermanfaat, dukung Pelitedabo menggunakan tombol di atas untuk berbagi dan mengirimkan artikel ke seluruh teman-teman anda di Twitter, Facebook, Lainnya... Kritik dan Saran dapat disampaikan melalui kolom komentar, Terima Kasih... !

5 komentar :

  1. pepep mengatakan... :

    jangankan untuk jujur kepada lingkungan. jujur untuk diri sendiri, kadang-kadang berpikir dua kali. dalam kontek intropeksi diri, memang tak bisa dilepaskan dari kejujuran.
    artikel yang menarik sobat.
    salam

  1. Iskaruji dot com mengatakan... :

    Seharusnya seperti inilah yang perlu dilakukan oleh bangsa ini, "Muhasabah" dan bertobat. Nice artikel Sob!

    NB: Tampilan sudah sip Sob. Tahap menampilkan yang ingin kita tampilkan sudah terpenuhi. Tapi tahap menyembunyikan apa yang ingin kita sembunyikan di halaman post belum dilakukan..mungkin itu saja dulu Sob..keep on discussing...Sorry agak telat mbalas...banyak urusan offline hari ini...thanks

  1. rendratwa mengatakan... :

    @ Pepep..
    dalam membangun jati diri memang kita dituntut utk mengetahui bagaimana sikap dasar dan mentalitas dari diri kita sendiri, sblum kita mampu mlakukan sikap yg sesungguhnya dan slh satu sikap dasar tersebut adlh kejujuran.. mksih kang udh mampir!

    @ Iskaruji Dot Com..
    berusaha utk mencoba dan mencoba, selalu ada cara untuk membuat lebih baik..

    NB: kendala tampilan halaman post yg berbeda2 utk setiap postingan yg masih sy alami mas, kayaknya harus lebih banyak belajar lg nih sm mas Iskaruji .. mksih udh mampir!

  1. buret mengatakan... :

    terima kasih gan artikel nya membuka hati, diiringi lagu yang merdu. semoga kejujuran selalu membimbing perjalanan kita, Amin

  1. rendratwa mengatakan... :

    terima kasih juga sudah mampir sob, smga dengan berusaha mendekati kejujuran kita dapat lebih mengenali diri kita.. salam!

Posting Komentar

Kunci untuk memberi dengan efektif adalah selalu terbuka untuk menerima
Terima kasih untuk komentar (sopan dan menyejukkan) yang disampaikan.
Komentar menggunakan cara Spam, SARA dan LINK AKTIF dengan segala maaf akan dihapus.

ADS HERE...

 
Copyright 2010 | Designed by Trucks , in collaboration with MW3 , Broadway Tickets , and Distubed Tour | Modified by rendratwa