Film 'The Raid' Laga Aksi Seni Bela Diri Indonesia yang Mendunia

Film 'The Raid' Aksi Laga Seni Indonesia yang Mendunia
Film 'The Raid' Aksi Laga Seni Indonesia yang Mendunia - Film The Raid (Serbuan Maut) Indonesia yang di sutradarai Gareth Huw Evans ini berhasil meraih sukses luar biasa di berbagai ajang festival film internasional.

The Raid merupakan film laga aksi seni bela diri Indonesia yang meraih penghargaan tertinggi 'The Cadillac People's Choice Award' untuk katagori Midnight Madness dalam ajang Toronto International Film Festival (TIIF) ke-36 pada Mei 2011.

Penghargaan bergengsi tingkat dunia lainnya yang disabet The Raid di antaranya adalah The Best Film sekaligus Audience Award di Jameson Dublin International Film Festival dan karya faforit juri di Festival Film Sundance. The Raid juga masuk dalam jajaran 50 film action terbaik sepanjang masa versi imdb.com, situs khusus film-film dunia.

Bahkan, The Raid disebutkan mengungguli kecanggihan film lawas seperti Rocky, Star Trek, Robin Head, Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl hingga Ben-Hur. Penggarapan scoring musik The Raid dipercayakan pada Joseph Trapanese, salah satu personel Linkin Park, untuk rilis wilayah Amerika Utara, Amerika Latin dan Spanyol.
The Raid menceritakan tentang sekelompok tim SWAT yang tiba di sebuah blok apartemen kumuh dengan misi menangkap pemiliknya, seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah di lakukan penggerebekan atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman.

Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama memerintahkan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.


Jika ini bermanfaat, dukung Pelitedabo menggunakan tombol di atas untuk berbagi dan mengirimkan artikel ke seluruh teman-teman anda di Twitter, Facebook, Lainnya... Kritik dan Saran dapat disampaikan melalui kolom komentar, Terima Kasih... !

0 komentar:

Poskan Komentar

Kunci untuk memberi dengan efektif adalah selalu terbuka untuk menerima
Terima kasih untuk komentar (sopan dan menyejukkan) yang disampaikan.
Komentar menggunakan cara Spam, SARA dan LINK AKTIF dengan segala maaf akan dihapus.

 
Copyright 2010 | Designed by Trucks, in collaboration with MW3, Broadway Tickets, and Distubed Tour | Modified by rendratwa